MAKALAH

MEMBANGUN KARAKTER GURU MELALUI SHOLAT

A. Peran Sholat Dalam Pembangunan Karakter Manusia

Sholat adalah metode relaksasi untuk menjaga kesadaran diri agar tetap memiliki cara berfikir yang jernih. Sholat adalah suatu langkah untuk membangun kekuatan afirmasi. Sholat adalah sebuah metode yang dapat meningkatkan kecerdasan emosi dan spiritual secara terus-menerus. Sholat adalah teknik pembentukan pengalaman yang membangun suatu paradigma positif dan sholat adalah suatu cara untuk terus mengasah dan mempertajam ESQ yang diperoleh dari Rukun Iman.

  1. Metode Relaksasi

Dalam tekanan pekerjaan sehari-hari pikiran seseorang kadang terhanyut dan terdesak untuk menyelesaikan berbagai tugas yang datang secara silih berganti, dan pada saat yang bersamaan memikirkan langkah-langkah lain yang juga harus diatasi satu persatu. Hal ini menjadi tampak bodoh dan serba salah sampai-sampai pada kondisi “buta” emosi.

Kita perlu mengistirahatkan pikiran kita, kita perlu relaksasi sejenak dengan melakukan sholat, memdengarkan kembali suara-suara hati yang acapkali memberikan bisikan-bisikan ilahiyah, menyambutnya dengan kejernihan pikiran sehingga kita akan menjadi peka kembali.

  1. Membangun Kekuatan Afirmasi

Penetapan misi (syahadat ) perlu dilanjutkan dengan proses yang dilakukan secara terus menerus melalui gerak sholat. Melalui sholat, seseorang akan memvisualisasikan ke-6 prinsip hidupnya. Dengan beberapa menit sehari untuk melakukan sholat membuat pikiran jadi lebih rileks setelah itu dapat berpikir tentang dirinya sendiri dan pemecahan-pemecahan masalah dalam lingkungan nya secara jernih.

  1. Meningkatkan Kecerdasan ESQ

kecerdasan ESQ bersumber dari suara hati. Suara hati ternyata cocok dengan nama serta sifat-sifat ilahiyah yang terekam dalam jiwa setiap manusia.

Sholat berisikan pokok-pokok pikiran serta bacaan suci mengenai suara-suara hati itu sendiri. Jika dilaksanakan dengan khusyu` dengan menyelami permasalahan hati serta menemukan sifat-sifat ilahiyah yang berada di dasar hati untuk kemudian mengangkatnya ke permukaan, maka sholat akan menjadi solusi “energizing” yang akan mengisi jiwa baik sadar maupun tidak sadar melalui makanisme yang berujung pada pemilihan tingkat ESQ yang tinggi (berakhlak mulia) yang merupakan syarat utama keberhasilan.

  1. Membangun Pengalaman Positif

Untuk mengantisipasi serta menyeimbangkan sisi emosional kita, dibutuhkan pengalaman-pengalaman positif sebagai `penawar/penyelaras` yang dapat menetralkan kembali dampak lingkungan yang telah mempengaruhi hati serta pikiran kita. Dengan melakukan sholat secara rutin, maka sesungguhnya kita menciptakan pengalaman batiniyah sekaligus pengalaman fisik.

  1. Pembangkit Dan Penyeimbang Energi Batiniah

Disamping sebagai tempat untuk menyeimbangkan dan menyelaraskan hati, pikiran dan pelaksanaan, sholat juga bisa menambah energi baru yang terakumulasi menjadi kumpulan dorongan dahsyat untuk segera berkarya (beribadah) dan mengaplikasikan pemikirannya kedalam alam realita. Energi ini akan berubah menjadi perjuangan nyata dalam menjaankan misi sebagai rohmatan lil’alamin. Sholat akan menghasilkan sumber daya manusia yang di ilhami cahaya Alloh yang akan turut berperan untuk memakmurkan bumi.

Disinilah letak keseimbangan hidup yang sesungguhnya, keseimbangan antara hat serta pikiran, keseimbangan antara pikiran dan tindakan. Keseimbangan ini tidak bersifat statis seperti garis yang mendatar, tetapi seperti garis yang condong mengarah keatas, kegiatan sholat itu sendiri akan meningkatkan dorongan dan energi dari waktu kewaktu.

  1. Pengasahan Prinsip

Sholat adalah pelatihan menyeluruh untuk menjaga serta meningkatkan kualitas kejernihan emosi dan spiritual seseorang. Mulai dari penjernihan emosi dan pelatihan prinsip satu sampai prinsip enam semua dilatih dalam sholat.

  1. Pelatihan Ketangguhan Social

Salah satu warisan anatomis dasar dahsyat yang membuat orang merasa perlu membentuk kelompok adalah neocortex, atau lapisan paling atas pada kotak yakni bagian yang memberi kita kemampuan berfikir. Berdasarkan pandangan para ahli neocortex akan makin membesar dibanding dengan besarnya kelompok yang mempu dibentuk, maka baik sholat jama’ah dirumah ataupun dimasjid akan membangun kecerdasan social manusia melalui peningkatan neocortex yang memberi serta meningkatkan kemampuan berfikir, kemampuan bersosialisasi dan bersinergi.

  1. Adzan

Adzan yang dikumandangkan secara antusias lima kali dalam sehari akan mampu menularkan emosi dari isi ucapan adzan itu sendiri. Isi adzan secara keseluruhan akan mampu mempengaruhi serta membangkitkan semangat seseorang untuk meraih kemenangan dan memegang prinsip.

  1. Garis Orbit Dan Makna Kiblat

Sederhananya, karakter pribadi harus tetap beredar pada garis orbit yang selalu mengelilingi titik Tuhan. Karakter yang harus selalu sesuai dengan suara hati dalam god spot dan dengan enam azas rukun iman yang dikelilinginya lima kali sehari semalam. Tapi terlalu banya orang yang beredar diluar garis orbit meski fisiknya sudah melakukannya lima kali sehari semalam, namun jiwa, pikiran serta tingkah lakunya mengorbit dan terpusat kepada prinsip yang lain.

B. Mekanisme Pembentukan Karakter

1. Pelatihan Penjernihan Emosi (zero mind process)

Beberapa hal dalam sholat yang bisa melatih serta menjaga kejernihan hati dan pikiran adalah sbb:

a. Wudlu

Membasuh wajah melambangkan penjernihan dan penyucian hati serta pikiran. Membasuh tangan melambangkan penyucian segala kegiatan. Mengusap kepala melambangkan pikiran yang suci dan membasuh kaki melambangkan langkah lurus nan suci.

b. Doa iftitah

Doa ini diucapkan diawal setiap kali sholat, merupakan pujian dan pengakuan kepada Tuhan, Rabb yang selalu suci dalam berfikir dan suci bertindak secara sadar atau melalui pikiran bawah sadar doa ini akan mengubah atau menjaga sikap dan karakter seseorang agar selalu suci dan bersih. Inilah landasan kecerdasaan emosi dan spiritual yaitu kemampuan untuk bebas dan merdeka dari belenggu hati dan pikiran, dimana hasil akhir yang diharapkan adalah sebuah fitrah atau hati bersih yang sangat cerdas.

c. Ruku dan sujud

Dalam ruku dan sujud dilafadzkan keinginan dan pujian memuji kepada Alloh dapat diartikan bahwa seseorang yang melakukan sholat sangat menjunjung tinggi sifat jernih dan suci yang pada akhirnya menghasilkan keagungan.

2. Melatih prinsip bintang/ prinsip satu (star principle)

Disilah landasan dari segala landasan kecerdasan emosi serta spiritual, ketenteraman, kebijaksanaan, kepercayaan diri, integritas, dan motivasi. Sholat adalah kunci dari pembangunan dan pelatihan prinsip yaitu beriman dan tunduk kepada Alloh. Sekaligus bertujuan untuk membuka kembali sumber-sumber suara hati agar terus memberikan dan membimbing hidup, disamping juga melatih pendengaran hati agar peka dan mampu mendengar bisikan bawah sadar yang merupakan sumber bimbingan dan petunjuk.

3. Melatih dan membangun prinsip kepercayaan/ prinsip kedua (angle principle)

Kepercayaan adalah upaya yang merupakan hasil imbal balik bagi seseorang yang telah menunjukkan integritas, komitmen dan loyalitas. Sholat adalah bentuk integritas seorang mukmin kepada Alloh sekaligus komitmen tunggal dan loyalitas tunggal hanya kepada Alloh.

4. Melatih prinsip kepemimpinan/ prinsip ketiga (Leadhership principle)

Kepemimpinan berangkat dari kepercayaan yang terbentuk dari sifat rahman dan rahimNYA, integritas, bimbingan dan kepribadian. Sholat adalah bentuk pelatihan mental yang menghasilkan manusia yang bersifat rahman rahim, serta pembentukan integritas dan kepribadian.

5. Melatih prinsip pembelajaran/ prinsip empat (learning principle)

Pada setiap kali sholat diwajibkan untuk membaca dan menghayati surat Al-Fatihah. Isi Al-Fatihah secara umum adalah sebagai dasar sikap, pujian atas sifat-sifat yang mulia (sumber ESQ), bekal/ prinsip memberi, visi, integritas, aplikasi, penyempurnaan dan evaluasi, serta prinsip ikhlas. Apabila dihayati, Al-Fatihah ini merupakan bimbingan total dari pembangunan hati dan pikiran (iman), pelaksanan (islam), dan penyempurnaan (ihsan).

6. Melatih prinsip visualisasi dan simulasi/ prinsip lima (vision principle)

Sholat adalah sebuah visualisi atau simulasi kehidupan dan idealisme sebuah cita-cita luhur. Visi inilah pembimbang kehidupan. Semakin kuat visualisasi seseorang akan cita-citanya, maka semakin kuat juga keyakinan seseorang untuk meraihnya. Semakin kuat keyakinan seseorang, maka semakin tinggi juga energi dam kekuatan seseorang untuk meraih impiannya.

7. Melatih prinsip keteraturan/ prinsip enam (well organized principle)

Kunci dari prinsip keteraturan adalah sebuah disiplin. Tanpa sebuah kedisiplinan, maka tatanan akan hancur. Sholat adalah sarana untuk melatih sebuah kedesiplinan. Waktu sholat telah ditentukan dengan pasti, sehingga orang yang mampu melakukan sholat secara disiplin niscaya akan menjadi pribadi-pribadi yang memiliki disiplin tinggi.

C. Pengaruh Pembangunan Karakter Terhadap Profesi Guru

Apabila ditelusuri secara mendalam, proses belajar mengajar yang merupakan inti dari proses pendidikan formal disekolah didalamnya terjadi interaksi antara berbagai komponen pengajaran. Komponen-komponen itu adalah; (1) Guru; (2) Isi atau materi pelajaran; dan (3) Siswa. Interaksi antara ketiga komponen itu melibatkan sarana dan prasarana, seperti metode, media, dan penataan lingkungan, sehingga tercipta situasi belajar mengajar yang memungkinkan tercapainya tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan demikian guru memegang peranan sentral dalam proses belajar mengajar.

Mengingat pentingnya tugas guru, maka guru harus memiliki sifat-sifat khusus atau karakter yang memungkinkan dalam pelaksanaan tugasnya bisa berjalan dengan sebaik-baiknya. Sifat-sifat itu diantaranya adalah:

1. Berair muka yang jernih (tidak murung)

2. Bersifat sabar

3. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya

4. Suaranya jelas dan berwibawa

5. Mampu memperhatikan dan mengendalikan kelas

Kaitannya dengan pembangunan karakter (caracter building) melalui sholat dengan profesi guru adalah, bahwa jika kita perhatikan akan pentingnya peranan guru dan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s